BABI
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap tahun jumlah penduduk indonesia semakin bertambah. Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan peningkatan kebutuhan daging atau protein hewani. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka perlu adany6a peningkatan populasi ternak
Usaha dalam peningkatan populasi ternak diantaranya dengan cara pencegahan penyakit, peningkatan perkembangbiakan alami dan perkembangbiakan non alami seperti dengan cara inseminasi buatan.
Inseminasi buatan yaitu suatu ilmu terapan yang dapat dipakai sebagai alat yang bermanfaat dalam pemulia-biakan ternak. pengetahuan inseminasi buatan pada sapi merupakan suatu standar untuk mempelajari dan mengerti prosedur inseminasi buatan pada ternak. Inseminasi buatan umumnya telah dipelajari secara luas pada sapi dibandingkan dengan hewan lainnya. Oleh karena itu, Paper ini menguraikan tentang inseminasi buatan dengan penekanan pada sapi.
1.2 Penegasan Judul
Sebelum pembahasan ini berlanjut, terlebih dahulu penulis akan mengemukakan pengertian masing-masing kata dari judul “ INSEMINASI BUATAN PADA SAPI” dengan tujuan agar pembaca tidak mengalami kesulitan dalam memahami maksud dari Paper ini. Adapun masing-masing kata dari judul tersebut adalah :
Inseminasi : Pembuahan (penghamilan) binatang betina yang terjadi
dengan bersatunya sel – sel benih jantan dengan sel-sel
benih betina dengan menggunakan teknologi dan alat.
Buatan : Rekayasa / Modifikasi / membuat sesuatu seakan-akan
seperti aslinya.
Pada : Kata yang dipakai untuk menunjukkan posisi diatas / di
dalam hubungan dengan
Sapi : Binatang memah biak, bertanduk, berkuku genap, berkaki
empat, bertubuh besar, dipelihara untuk diambil daging
atau susunya atau yang biasa disebut lembu.
Jadi maksud pemilihgan judul diatas adalah upaya untuk beternak sapi dengan tidak secara pembuahan alami, tapi dengan bantuan alat yang mengambil sperma pejantan pilihan kemudian dimasukkan kedalam saluran kelamin betina yang disebut inseminasi buatan.
1.3 Rumusan Masalah
Dari pemaparan latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah-masalah pokok yang bisa dikaji sebagai berikut:
a. Bagaimana sejarah inseminasi buatan pada sapi?
b. Apa definisi inseminasi buatan?
c. Apa tujuan pelaksanaan inseminasi buatan?
d. Bagaimana teknik inseminasi buatan pada sapi?
e. Apa saja keuntungan dan kerugian dalam pelaksanaan inseminasi buatan?
1.4 Tujuan Pembahasan
Dilihat dari permasalahan – permasalahan yang telah dirumuskan diatas maka tujuan pembahasannya adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui sejarah inseminasi buatan.
b. Untuk mengetahui definisi inseminasi buatan.
c. Untuk mengetahui tujuan pelaksanaan inseminasi buatan.
d. Untuk mengetahui bagaimana tekhnik dari inseminasi buatan pada sapi.
e. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian dalam pelaksanaan inseminasi buatan.
1.5 Metode
Dalam melakukan pembahasan dan penguraian masalah dalam pembuatan Paper ini, penulis menggunakan beberapa metode sebagai berikut:
a. Metode Deskriptif
Dengan melalui cara mencari dari buku yang menbhas tentang inseminasi buatan sehingga penulis mendpat teori-teori tersebut.
b. Metode Study Literatur
Dengan melalui membaca, memahami dan mempelajari sebagian yang berkaitan dengan masalah dalam pembahasan Paper ini.
c. Metode Study Dokumentasi
Suatu pengumpulan data yang diperoleh dari berbagai artikel serta Paper / makalah yang berkaitan dengan pengambilan judul Paper ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Inseminasi Buatan Pada Sapi
Inseminasi buatan pada peliharaan telah d ilakukan sejak permulaan abad ke-14, yaitu dilakukan seorang pangeran arab. Pada saat itu sedang berperang melawan pangeran lain, dan telah mencuri semen di dalam vagina seekor kuda betina musuhnya yang baru saja dikawinkan dengan pejantan yang terkenal cepat larinya, yaitu dengan menggunakan tampon kapas. Tampon tersebut dimasukkan kedalam vagina kuda betinanya sendiri yang sedang birahi, dan ternyata kuda betina tersebut menjadi bunting dan melahirkan anak yang cepat larinya.
Untuk inseminasi buatan pada sapi yang berhasil melakukanya pertama kali adalah Ivanoff. Sewaktu bekerja pada peternak kuda, ia mengajukan permohonan izin kepada departemen pertanian untuk melakukan percobaan pada sapi. Menteri menunjuk institut pertanian di Moskow dimana ia dapat melakukan penelitian-penelitiannya dengan fasilitas milik intitut tersebut. Akan tetapi suatu panitia daru guru besar keberatan untuk d ilakukan percobaan-percobaan semacam itu pada sapi-sapinya. Oleh karena itu Ivanoff membeli sendiri 10 ekor sapi betina dan ia berhasil melakukan inseminasi buatan pada beberapa ekor diantara kesepuluh sapi tersebut. Akhirnya hasil-hasil yang dicapainya menimbulakan banyak perhatian dan telah didirikan labolatorium kedokteran hewan pada Departemen Pertanian, yang tujuannya melatih dokter-dokter hewan dalam teknik inseminasi buatan, yang kemudian disebarkan sebagai pelaksana-pelaksana inseminasi buatan. Banyak ternak yang dikawinkan secara buatan sesudah itu.
2.2 Definisi Inseminasi Buatan
selanjutnya silahkan hubungi kami lewat email
makalah Inseminasi Buatan Pada Sapi
Makalah Dampak Cuaca Terhadap Penerbangan
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Keadaan atmosfer dapat diamati setiap hari. Contoh pada hari cerah, hari hujan, angin kencang, atau hari mendung. Keadaan cuaca pada suatu tempat berubah-ubah setiap waktu. Cuaca terjadi pada tempat yang tidak luas dan pada suatu saat. Keadaan cuaca dapat diperkirakan dengan cara pengamatan. Pengamatan dilakukan terhadap unsure-unsur cuaca. Seperti penyinaran udara suhu udara, angin, awan, kelembaban, keadaan awan, dan curah hujan.
Temperatur di Indonesia dipengaruhi oleh letak lintang dan bentuk keadaan alamnya. Letak lintang Indonesia antara 6008’ LU dan 11015’ LS sehingga Indonesia berada di daerah ilkim tropis. Dimana pada umumnya iklim tropis memiliki ciri-ciri :
a. Suhu udara panas
b. Kelembaban udara tinggi
c. Curah hujan cukup banyak
Selain itu faktor-faktor cuaca buruk juga mempengaruhi penerbangan misalnya :
a. Awan Cumulonimbus
b. Udara Kabur atau Haze
c. Halimun atau Mist
d. Kabut atau Fog
Di Jawa Timur khususnya wilayah Surabaya dan sekitarnya memiliki cuaca yang sesaat dapat berubah–ubah, semisal mendung berganti berawan atau cerah. Menurut BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang ada biasanya cuaca kemarin, hari ini, dan besok tidak jauh beda. Artinya ketika kemarin mendung hari dan esok juga mendung.
kawasan ini beriklim tropis. Adapun ciri–ciri iklim tropis adalah Indonesia adalah Negara yang beriklim tropis . Iklim adalah keadaan rata – rata cuaca pada suatu wilayah yang relatif luas dan dalam waktu yang relative lama (kurang lebih 30 tahun) , sedangkan cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat dalam waktu singkat dan pada suatu wilayah yang sempit .
Untuk mengetahui lebih jelas tentang cuaca kami sebagai penulis , ingin melakukan observasi ke BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) di Juanda.
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun beberapa rumusan masalah yang akan kami bahas dalam karya tulis ini antara lain :
1. Apa yang dimaksud dengan cuaca ?
2. Sebutkan dampak cuaca buruk bagi penerbangan?
3. Apa saja faktor-faktor cuaca buruk yang memepengaruhi penerbangan ?
4. Apa saja unsur–unsur cuaca untuk penerbangan?
5. Alat–alat apa saja yang digunakan untuk mendeteksi cuaca ?
C. TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari pembuatan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan cuaca.
2. Untuk mengetahui dampak cuaca buruk bagi penerbangan.
3. Untuk mengetahui faktor-faktor cuaca buruk yang memepengaruhi penerbangan.
4. Untuk mengetahui unsur–unsur cuaca untuk penerbangan.
5. Untuk mengetahui alat–alat yang digunakan untuk mendeteksi cuaca.
D. MANFAAT PENULISAN
Manfaat penulisan karya tulis ini adalah sebagai barikut :
1. Agar pembaca mangatahui apa yang dimaksud dengan cuaca.
2. Agar pembaca mangatahui dampak cuaca buruk bagi penerbangan.
3. Agar pembaca mangatahui faktor-faktor cuaca buruk yang memepengaruhi penerbangan.
4. Agar pembaca mangatahui unsur–unsur cuaca untuk penerbangan.
5. Agar pembaca mangatahui alat–alat yang digunakan untuk mendeteksi cuaca.
E. METODE PENULISAN
1. Observasi
Studi metode ini kami lakukan dengan langsung ke BMKG Bandara Juanda Surabaya.
2. Pustaka
Metode ini kami lakukan dengan cara membaca buku-buku referensi tentang Iklim dan Cuaca.
F. SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam penulisan karya tulis ini agar jelas dan tepat susunannya, maka penulis akan menggunakan Sistematika Penulis sebagai berikut :
BAB I : Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
E. Metode Penelitian
F. Sistematika Penulisan
BAB II : Pembahasan
A. Pengertian cuaca
B. Dampak cuaca buruk bagi penerbangan
C. Faktor-faktor cuaca buruk yang memepengaruhi penerbangan
D. Unsur-unsur cuaca untuk penerbangan
E. Alat–alat yang digunakan untuk mendeteksi cuaca
BAB III : Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran – saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN CUACA
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relative sempit dan pada jangka waktu yang singkat.
Cuaca terdiri dari seluruh fenomena yang terjadi di atmosfer Bumi atau sebuah planet lainnya. Cuaca biasanya merupakan sebuah aktivitas fenomena ini dalam waktu beberapa hari. Cuaca rata-rata dengan jangka waktu yang lebih lama dikenal sebagai iklim. Aspek cuaca ini diteliti lebih lanjut oleh ahli klimatologi, untuk tanda-tanda perubahan iklim.
Cuaca menurut KBBI adalah kondisi udara yang menyangkut tentang cahaya matahari, kelembapan, kecepatan angin, temperatur pada saat dan waktu tertentu .
Cuaca secara umum adalah keadaan udara pada suatu saat dalam waktu yang singkat dan pada suatu tempat atau daerah tertentu yang lingkupnya sempit .
B. DAMPAK CUACA BURUK BAGI PENERBANGAN
selanjutnya anda bisa menghubungi kami via email
Makalah Upaya Meminimalkan Dampak Global Warming
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sebagian dari dampak pemanasan global adalah bertambah tingginya permukaan air laut yang sangat mungkin membuat beberapa daerah pesisir akan tenggelam dan banyak pulau kecil yang menghilang dari peta. Perhatian dan tuntunan terhadap kwalitas lingkungan hidup semakin meningkat tidak hanya di negara maju, tetapi juga di negara-negara yang sedang berkembang tuntunan ini muncul, karena semakin meningkatnya taraf hidup masyarakat kerena kualitas lingkungan hidup itu sendiri telah semakin memburuk. Sebagai contoh adalah adanya kesulitan yang timbul / dalam mencair air bersih, udara yang bersih maupun cuaca yang nyaman.
Pemanasan global terjadi dimana-mana, yaitu bahwa temperatur di bumi terasa semakin panas yang disebabkan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca diatmosfer yang sumber terbesarnya adalah pengunaan bahan bakar fosil. Fakta-fakta diatas telah menuntun kita untuk bertindak lebih bijaksana dalam memenuhi segala kebutuhan dengn maksud untk menurunkan limbah atau pencemaran yang dihasilkan, maupun melaksanakan proses daur ulang termasuk menggunakan limbah menjadi masukan untuk jenis produksi yang lain. Selain itu teknologi baru dituntut untuk lebih efisien dengan mengunakan masukan sumber daya alam yang sekecil produksi yang meningkat.
Untuk memenuhi harapan tersebut tentunya diperlukan adanya ahli-ahli lingkungan hidup dan ekologi yang memiliki reputasi yang baik disegi kopetensi dan integritas yang dapat membantu untuk tetap menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan tersebut.
B. Rumusan Masalah
Dalam karya tulis ini, penulis mengajukan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian pemanasan global ?
2. Apa penyebab pemanasan global ?
3. Bagaimana upaya meminimalkan pemanasan global ?
C. Tujuan penulisan
Adapun adanya tujuan penulisan karya tulis ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian pemanasan global
2. Untuk mengetahui penyebab pemanasan global
3. Meminimalkan dampak pemanasan global
D. Manfaat Penelitian
Karya tulis ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya :
1. Bagi Lembaga SMAN 1 Kedamean
Penulisan karya tulis ini diharapkan dapat memberikan masukan informasi dalam rangka pembagian ilmu pengetahuan sekaligus menambah perbendaharaan bacaan di perpustakaan sekolah.
2. Bagi Lembaga Masyarakat
Karya tulis ini diharapkan dapat memberitahukan pengetahuan yang lebih luas terutama mengenai pemanasan global dan pemanfaatannya bisa mendorng terjadinya kesadaran untuk turut meminimalkan dampak pemanasan global.
E. Metode Penulisan
Karya tulis ini tentunya dibuat dengan berbagai macam metode, diantaranya adalah :
1. Metode Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data dalam karya tulis ini, penulis menggunakan metode kepustakaan sebagai teori dalam permasalahan. Bahan keputusan ini di gunakan untuk memperoleh informasi pemanasan global tentang permasalahan serta menambah wawasan mengenai konsep dan materi. Observasi dengan mendapatkan data di waktu stady tour SMAN 1 Kedamean.
2. Metode Pengolahan Data
Untuk mengolah data yang berkumpul, penulis menggunakan teknik analisis kompilasi, yaitu mengumpulkan data – data dari berbagai macam sumber,kemudian ditarik kesimpulan.
F. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan dan penyusunan karya tulis ini, penulis memberikan sistematika seperti di bawah, yaitu untuk mempermudah langkah – langkah yang penulis tempuh.
Adapun sistematika yang penulis buat adalah sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
E. Metode penulisan
F. Sistematika Penulisan
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian pemanasan global
B. Apa penyebab pemanasan global
C. Bagaimana upaya meminimalkan pemanasan global
BAB III : PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran – saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pemanasan Global
Pemanasan global adalah suatu istilah yang menunjukkan adanya kenaikan rata-rata temperatur bumi, yang kemudian menyebabkan perubahan iklim. Bumi yang lebih hangat dapat menyebabkan perubahan sirklus hujan, kenaikan permukaan air laut, dan beragam dampak pada tanaman, kehidupan liar, dan manusia.
Mungkin sulit untuk dibayangkan bagaimana manusia dapat menyebabkan perubahan pada iklim bumi. Namun, para ahli sepakat bahwa ulah manusialah yang memacu besarnya jumlah gas rumah kaca dilepaskan keatmosfir bumi dan menyebabkan bumi menjadi lebih panas.
B. Penyebab Pemanasan Global
selanjutnya anda bisa menghubungi kami via email
Makalah Dampak Iptek
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja.
Pada pembahasan kali ini kami akan membahas Ilmu Alamiah Dasar secara lebih spesisfik lagi, yaitu pembahasan mengenai Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi. Seseorang menggunakan teknologi karena ia memiliki akal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, mudah, nyaman dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.
Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat-perangakat mesin, seperti computer, kendaraan, handphone, dan lain sebagainya.
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Meskipun ada dampak negatifnya atau kelemahan dari kemajuan IPTEK. Namun hal ini seolah diabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi IPTEK dikembangkan setiap waktu.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu IPTEK, manfaat, serta dampaknya?
2. Bagaimana sejarah perkembangan manusia dan pengembangan teknologi?
3. Benarkah Ilmu Pengetahuan Alam sebagai dasar pengembangan teknologi ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi bagi Kehidupan Manusia
Sebenarnya sejak dahulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi, yaitu teknologi sederhana.
Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah teknologi belum digunakan. Istilah teknologi berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Pengertian teknologi secara umum adalah:
1. proses yang meningkatkan nilai tambah
2. produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
3. Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia Dari beberapa pengertian di atas nampak bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari adanya teknologi. Artinya, bahwa teknologi merupakan keseluruhan cara yang secara rasional mengarah pada ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.
B. Dasar Pengembangan Teknologi selanjutnya anda bisa menghubungi lewat email
Makalah Fotosintesis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.
Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida).Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang.
Berdasarkan tipe fotosintesis, tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu C3, C4, dan CAM (crassulacean acid metabolism). Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. Sebagian besar tanaman pertanian, seperti gandum, kentang, kedelai, kacang-kacangan, dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3.
Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi.
Pada tanaman C3, enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal assimilasi, juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses fotorespirasi ( fotorespirasi adalah respirasi,proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping, yang terjadi pada siang hari) . Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan, hasil dari kompetisi antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2, sehingga fotorespirasi terhambat dan assimilasi akan bertambah besar.
Pada tanaman C4, CO2 diikat oleh PEP (enzym pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2. Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil (sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di bawah sel-sel epidermis daun). CO2 yang sudah terikat oleh PEP kemudian ditransfer ke sel-sel "bundle sheath" (sekelompok sel-sel di sekitar xylem dan phloem) dimana kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. Karena tingginya konsentasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini, maka O2 tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP, sehingga fotorespirasi sangat kecil and G sangat rendah, PEP mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2, sehingga reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1 sangat tinggi, laju assimilasi tanaman C4 hanya bertambah sedikit dengan meningkatnya CO2
Sehingga, dengan meningkatnya CO2 di atmosfir, tanaman C3 akan lebih beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan.
Contoh tanaman C3 antara lain : kedele, kacang tanah, kentang, dll
Contoh tanaman C4 adalah jagung, sorgum dan tebu.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses fotosintesis tanaman C3, C4, dan CAM?
2. Apakah perbedaan tanaman C3, C4, dan CAM?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui proses fotosintesis tanaman C3, C4, dan CAM
2. Untuk mengetahui perbedaan tanaman C3, C4, dan CAM
BAB II
PEMBAHASAN
A. Tanaman C3,C4, dan CAM
Tumbuhan dikelompokan berdasarkan tipe fotosintesisnya, yaitu tumbuhan C3, C4, dan CAM (crassulacean acid metabolism). Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. Sebagian besar tanaman pertanian, seperti gandum, kentang, kedelai, kacang-kacangan, dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3.
Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi. Pada tanaman C3, enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal assimilasi, juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses fotorespirasi ( fotorespirasi adalah respirasi,proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping, yang terjadi pada siang hari) . Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan, hasil dari kompetisi antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2, sehingga fotorespirasi terhambat dan assimilasi akan bertambah besar.
Pada tanaman C4, CO2 diikat oleh PEP (enzym pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2. Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil (sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di bawah sel-sel epidermis daun). CO2 yang sudah terikat oleh PEP kemudian ditransfer ke sel-sel "bundle sheath" (sekelompok sel-sel disekitar xylem dan phloem) dimana kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. Karena tingginya konsentasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini, maka O2 tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP, sehingga fotorespirasi sangat kecil, PEP mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2, sehingga reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1 sangat tinggi. , laju assimilasitanaman C4 hanya bertambah sedikit dengan meningkatnya CO2 Sehingga, dengan meningkatnya CO2 di atmosfir, tanaman C3 akan lebih beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan. Contoh tanaman C3 antara lain : kedele, kacang tanah, kentang, dll. contoh tanaman C4 adalah jagung, sorgum dan tebu.
Berdasarkan cara fotosintesisnya tumbuhan dibedakan menjadi tumbuhan C 3, tumbuhan C 4 dan tumbuhan CAM.
1. Tanaman C3
Dalam fotosintesis C3 berbeda dengan C4,pada C3 karbon dioxida masuk ke siklus calvin secara langsung.
Untuk selanjutnya silahkan kontak email kami
Makalah Bahaya Merokok
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai dari berolahraga, membaca, menulis, mengarang,dan sebagainya.Di antara sekian banyak kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan manusia yang sangat merugikan bagi kesehatan mereka.Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini sering dilakukan oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok.
Merokok sendiri bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat kita,meskipun yang melakukannya adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah.Hal ini sangat memprihatinkan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam rokok terdapat banyak zat beracun yang nantinya akan mengganggu kesehatan tubuh kita.
Untuk itu dengan dibuatnya makalah ini diharapkan warga masyarakat dapat sadar dan segera meninggalkan atau mengurangi kebiasaan mereka yang tidak baik.Karena bagaimanapun juga dampak rokok bagi kesehatan pelaku (perokok aktif) maupun kesehatan orang yang terkena paparan asap rokok perokok aktif (perokok pasif) sangat besar,karena zat beracun yang terkandung di dalamnya.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis ingin mengetahui serta mengkaji lebih dalam tentang perilaku penggunaan minuman keras di kalangan remaja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apa saja kandungan zat yang ada pada rokok?
2. Apa saja dampak rokok bagi kesehatan tubuh?
3. Apa saja upaya dalam pencegahan terhadap bahaya mengkoonsumsi rokok?
1.3. Tujuan Penulisan
Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui kandungan zat yang ada pada rokok?
2. Untuk mengetahui dampak rokok bagi kesehatan tubuh?
3. Untuk mengetahui upaya dalam pencegahan terhadap bahaya mengkoonsumsi rokok.
1.4. Manfaat Penulisan
Dengan adanya makalah ini, baik penulis maupun pembaca dapat memperoleh beberapa manfaat, yaitu :
1. Dapat mengetahui kandungan zat yang ada pada rokok.
2. Dapat mengetahui dampak rokok bagi kesehatan tubuh.
3. Dapat mengetahui mengetahui upaya dalam pencegahan terhadap bahaya mengkoonsumsi rokok.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Rokok Sebagai Konsumi Sehari-Hari
Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.
Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Apalagi orang yang merokok untuk mengalihkan diri dari stress dan tekanan emosi, lebih sulit melepaskan diri dari kebiasaan ini dibandingkan perokok yang tidak memiliki latar belakang depresi.
Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari seconhandsmoke yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok atau bisa disebut juga dengan perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya yakni tembakau. Di Indonesia tembakau ditambah cengkeh dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa dan tambakau tanpa asap (tembakau kunyah).
Dari hari ke hari jumlah perokok kian bertamabah. Hal inilah yang nantinya akan membuat suatu malapetaka yang besar bagi kesehatan tubuh kita.
Menurut Menteri Kesahatan Indonesia Tahun 2004 Bapak Dr. Achmad Sujudi, kebiasaan merokok di Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) penduduk Indonesia usia dewasa yang mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 31,6%. Dengan besarnya jumlah dan tingginya presentase penduduk yang mempunyai kebiasaan merokok, Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi kelima di dunia dengan jumlah rokok yang dikonsumsi (dibakar) pada tahun 2002 sebanyak 182 milyar batang rokok setiap tahunnya setelah Republik Rakyat China (1.697.291milyar), Amerika Serikat (463,504 milyar),Rusia (375.000 milyar) dan Jepang (299.085 milyar).
Selain itu, dalam laporan yang baru saja dikeluarkan WHO berjudul “Tobacco and Poverty : A Vicious Cycle atau Tembakau dan Kemiskinan : Sebuah Lingkaran Setan” dalam rangka peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei 2004, membuktikan bahwa perokok yang paling banyak adalah kelompok masyarakat miskin. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, jumlah perokok terbanyak berasal dari kelompok masyarakat bawah. Mereka pula yang memiliki beban ekonomi dan kesehatan yang terberat akibat kecanduan rokok. Dari sekitar 1,3 milyar perokok di seluruh dunia, 84% diantaranya di negara – negara berkembang.
Hasil penelitian itu juga menemukan bahwa jumlah perokok terbanyak di Madras, India justru berasal dari kelompok masyarakat buta huruf. Kemudian riset lain membuktikan bahwa kelompok masyarakat termiskin di Bangladesh menghabiskan hampir 10 kali lipat penghasilannya untuk tembakau dibandingkan untuk kebutuhan pendidikan. Lalu penelitian di 3 provinsi Vietnam menemukan, perokok menghabiskan 3,6 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan untuk pendidikan, 2,5 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan dengan pakaian dan 1,9 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan untuk biaya kesehatan.
2.2. Kandungan Dalam Rokok dan Dampaknya untuk lebih lanjut silahakan kontak email kami
Makalah Haji
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.
Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.
Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.
B. Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memberi gambaran tentang ibadah haji secara umum, terutama berkaitan dengan hal-hal yang umum dilakukan dalam melakukan ibadah haji.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Ibadah Haji
Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul.
Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim (nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.
Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana hadis berikut yang artinya:
Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Diantara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.
Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud:
• Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.
• Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
• Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.
B. Rukun Haji selanjutnya anda bisa menghubungi email kami
Makalah Riya'
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sesungguhnya pembahasan tentang ikhlas adalah pembahasan yang sangat penting yang berkaitan dengan agama Islam yang hanif (lurus) ini, hal dikarenakan tauhid adalah inti dan poros dari agama dan Allah tidaklah menerima kecuali yang murni diserahkan untukNya sebagaimana firman Allah, “Hanyalah bagi Allah agama yang murni”. (QS. Az-Zumar : 3).
Maka perkara apa saja yang merupakan perkara agama Allah jika hanya diserahkan kepada Allah maka Allah akan menerimanya, adapun jika diserahkan kepada Allah dan juga diserahkan kepada selain Allah (siapapun juga ia) maka Allah tidak akan menerimanya, karena Allah tidak menerima amalan yang diserikatkan, Dia hanyalah meneriman amalan agama yang kholis (murni) untukNya.
Allah akan menolak dan mengembalikan amalan tersebut kepada pelakunya bahkan Allah memerintahkannya untuk mengambil pahala (ganjaran) amalannya tersebut kepada yang dia syarikatkan, hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, yang artinya:
Sungguh benar sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya riya itu samar sehingga terkadang menimpa seseorang padahal ia menyangka bahwa ia telah melakukan yang sebaik-baiknya. Dikisahkan bahwasanya ada seseorang yang selalu sholat berjama’ah di shaf yang pertama, namun pada suatu hari ia terlambat sehingga sholat di saf yang kedua, ia pun merasa malu kepada jama’ah yang lain yang melihatnya sholat di shaf yang kedua. Maka tatkala itu ia sadar bahwasanya selama ini senangnya hatinya, tenangnya hatinya tatkala sholat di shaf yang pertama adalah karena pandangan manusia.
B. Tujuan Penulisan
1. Agar tahu tentang hadits-hadits yang berkenaan dan niyat, keikhlasan dan bahaya riya dalam sebuah amal.
2. Agar dapat memahami tentang betapa pentingnya arti sebuah niat dalam aspek kehidupan.
3. Agar dapat memahami tentang urgensi keikhlasan dalam sebuah amal dan dapat memotivasi diri agar beramal dengan ikhlas.
4. Agar dapat mengetahui apa saja hal-hal yang dapat dilakukan agar menjadikan amalannya ikhlas dan menghindar dari sifat riya’.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Riya’
Riya’ adalah syirik kecil; demikianlah ungkapan yang dikemukakan Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam musnadnya. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ، قَالُوْا وَمَا الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ الرِّيَاءُ، يَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اذْهَبُوْا إِلَى الَّذِيْ تُرَاءُوْنَ فِي الدُّنْيَا هَلْ تَجِدُوْنَ عِنْدَهُمُ الْجَزَاءَ (رواه أحمد)
“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah SAW?”, Beliau menjawab, “Riya.! Dan Allah akan berkata pada hari kiamat, terhadap mereka-meeka yang riya, ‘pergilah kalian kepada orang-orang yang dahulu di dunia kalian riya’, apakah kalian mendapatkan ganjaran dari mereka?” (HR. Ahmad)
Riya adalah memaksudkan amalan yang dilakukan seseorang guna mendapatkan keridhoan manusia, baik berupa pujian, ketenaran, atau sesuatu yang diinginkannya selain Allah SWT. Dr. Sayid Muhammad Nuh, menggambarkan adanya tiga sebab yang memotori timbulnya riya: Pertama karena ingin mendapatkan pujian dan nama baik di masyarakat. Kedua, kekhawatiran mendapat celaan manusia, dan ketiga, menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain (tamak). Ketiga hal ini didasari dari hadits, yang diriwayatkan Imam Bukhari:
عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهٌ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، الرَّجُلُ يُقَاتِلُ حَمِيَّةً، وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ، وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلذِّكْرِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةَ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ.
“Dari Abu Musa al-Asyari ra, mengatakan bahwa seorang Badui bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah SAW, seseorang berperang karena kekesatriaaan, seseorang berperang supaya posisinya dilihat oleh orang, dan seseorang berperang karena ingin mendapatkan pujian? Rasulullah SAW menjawab “Barang siapa yang berperang karena ingin menegakkan kalimatullah, maka dia fi sabilillah.” (HR. Bukhari)
B. Ciri-Ciri Riya’ selanjutnya anda bisa menghubungi lewat email kami
Makalah Zakat
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Zakat merupakan salah satu rukun dari rukun Islam yang harus ditunaikan oleh umat Islam apabila sudah memenuhi syarat tertentu dan diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya (mustahiq zakat). Setiap muslim diwajibkan memberikan sedekah dari rezeki yang dikaruniakan Allah. Kewajiban ini tertulis di dalam Al-Qur’an. Zakat menjadi wajib hukumnya sejak tahun 662 M. Nabi Muhammad melembagakan perintah zakat ini dengan menetapkan pajak bertingkat bagi mereka yang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin. Sejak saat ini, zakat diterapkan dalam negara-negara Islam. Hal ini menunjukan bahwa pada kemudian hari ada pengaturan pemberian zakat, khususnya mengenai jumlah zakat tersebut.
Rosulullah saw bersabda:
" Islam dibangun di atas lima landasan: Syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhamad utusan Alah, menegakan solat, menunaikan zakat, puasa romadhon dan haji." (QS: Bukhori, Muslim).
B. Tujuan Penulisan
Yang mendorong penulisan makalah ini adalah niat untuk memberikan nasehat dan peringatan akan kewajiban zakat yang telah diremehkan oleh kebanyakan kaum muslimin, mereka tidak mengeluarkanya sebagaimana cara yang disyariatkan, meski perkara ini adalah besar, dan merupakan salah satu dari rukun islam yang lima di mana bangunan islam tidak akan tegak tanpanya
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hukum Berzakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam, sehingga keberadaannya dianggap makhan min ad-dien bi adl-dlarurah (ketahui secara otomatis adanya dan merupakan bagian mutlak dari keislaman). Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah. Zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia
Zakat adalah ibadah maaliyah ijtima'iyah yang memiliki posisi yang sangat penting, strategis dan menentukan baik dari sisi ajaran Islam maupun dari sisi pembangunan ummat. Di dalam Al Qu'ran terdapat kurang lebih 27 ayat yang mensejajarkan shalat dengan kewajiban zakat, dan hanya satu kali disebutkan dalam konteks yang sama akan tetapi dalam ayat berbeda, yaitu surat Al-Mukminun ayat 2 dan 4
Al Qur'an menyatakan bahwa kesediaan berzakat di pandang sebagai indikator utama kedudukan seseorang kepada ajaran Islam (QS. 9:5 dan QS. 9:11), sekaligus sebagai ciri orang yang mendapatkan kebahagiaan (QS. 23:4), akan mendapatkan rahmat dan pertolonganNya (QS.9: 71 dan QS. 22: 40-41). Kesadaran berzakat dipandang sebagai orang yang memperhatikan hak fakir miskin dan para mustahik (orang yang berhak mendapatkan zakat) lainnya (QS. 9:60), sekaligus dipandang sebagai orang yang membersihkan, menyuburkan dan mengembangkan hartanya serta mensucikan jiwanya (QS. 9:103 dan QS. 30:39).
Sebaliknya Al Qur'an dan hadits Nabi memeberkan peringatan keras terhadap orang yang enggan mengeluarkannya, berhak untuk diperangi (HR. Imam Bukhari dan Muslim dari sanadnya Ibnu Umar), harta bendanya akan hancur dirusak (HR. Imam Bazzar dan Baihaqi), dan apabila keengganan itu memasal, maka Allah SWT akan menurunkan ahzab Nya dalam bentuk kemarau yang panjang (HR. Imam Thabrani). Sedangkan di akhirat nanti, harta benda yang tidak dikeluarkannya akan menjadi azab bagi pemiliknya (QS. 9:34-35) dan HR. Imam Muslim dari sanadnya Jabir bin Abdullah. Karena itu Khalifah Abu Bakar Siddiq bertekad untuk memerangi orang yang mau shalat tetapi secara sadar dan sengaja enggan untuk berzakat (Sayid Sabiq, Fiqh Sunah, 1968). Abdullah bin mas'ud menyatakan bahwa, barang siapa yang melaksanakan shalat tetapi enggan melaksanakan zakat, maka tidak ada shalat baginya (abdul Qasim bin Salam, Al Amwaal, 1986).
Disamping zakat, dikenal pula infaq dan shadaqah, yang keduanya merupakan bagian dari keimanan seseorang, artinya infaq dan shadaqah itu merupakan ciri utama orang yang benar keimanannya (QS. 8: 3-4), ciri utama orang yang bertaqwa (QS. 2: 3 dan QS. 9: 134), ciri mu'min yang mengharapkan balasan yang abadi dari Allah SWT (QS. 35: 29). Atas dasar itu, infaq dan shadaqah sangat dianjurkan dalam segala keadaan, sesuai dengan kemampuan (Qs 3: 134). Jika enggan berinfaq, maka sama halnya dengan menjatuhkan diri pada kebinasaan (QS. 2: 195). Infaq dan shadaqah tidak ditentukan jumlahnya (bisa besar, kecil banyak atau sedikit) tidak ditentukan pula sasaran penggunannya, yaitu semua kebaikan yang diperintahkan ajaran Islam (QS. 2:213).
B. Jenis zakat selanjutnya silahkan anda menghubungi via email
Makalah Bahaya Miras
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Modernisasi yang dikatakan sebagai tonggak awal kemajuan zaman telah memberikan pengaruh dan dampak kemanusiaan yang luar biasa pada abad ke20 ini. Modernisasi juga membawa dampak perubahan yang fundamental dalam berbagai bidang dan nilai kehidupan, yang tentunya akan memberi konsekuensi dan pengaruh bagi manusia sebagai komponen dalam kehidupan.
Salah satu dampak modernisasi dari faktor sosial ekonomi baru ini cukup nyata di tengah masyarakat kita adalah penyalahgunaan minuman keras pada kalangan remaja. Bila keadaan ini dibiasakan maka bencana yang akan terjadi. Remaja yang telah keracunan alkohol atau minuman keras, adalah remaja yang tidak efektif bagi kehidupan sosialnya.
Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol yang bila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus dapat merugikan dan membahayakan jasmani, rohani maupun bagi kepentingan perilaku dan cara berfikir kejiwaan sehingga akibat lebih lanjut akan mempengaruhi kehidupan keluarga dan hubungan dengan masyarakat sekitar . Alkohol merupakan zat psikoaktif yang bersifat adiksi atau adiktif.
Zat psikoaktif adalah golongan zat yang bekerja secara selektif, terutama pada otak, sehingga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kognitif, persepsi dan kesadaran seseorang dan lain-lain. Sedangkan adiksi atau adiktif adalah suatu bahan atau zat yang apabila digunakan dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan. Jadi alkohol adalah suatu zat yang bekerja secara selektif, terutama pada otak, sehingga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kognitif, persepsi dan kesadaran seseorang yang apabila digunakan dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan .
Penyalahgunaan minuman keras saat ini merupakan permasalahan yang cukup berkembang di dunia remaja dan menunjukkan kecenderungan yang meningkat dari tahun ketahun, yang akibatnya dirasakan dalam bentuk kenakalan- kenakalan, perkelahian, munculnya geng-geng remaja, perbuatan asusila, dan maraknya premanisme pada kalangan remaja. Berdasarkan latar belakang yang ada maka penulis melakukan penelitian dengan judul "Dampak Negatif Penggunaan Minuman Keras ".
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan kenyataan tersebut, penulis ingin mengetahui serta mengkaji lebih dalam tentang perilaku penggunaan minuman keras di kalangan remaja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan minuman keras?
2. Apa saja dampak-dampak yang dirasakan oleh remaja setelah menggunakan minuman keras?
3. Apa saja upaya dalam pencegahan terhadap bahaya minuman keras ?
4. Apa saja upaya penanggulangan terhadap bahaya minuman keras?
1.3. Tujuan Penulisan
Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan minuman keras terutama di kalangan remaja.
2. Untuk mengetahui dan mengkaji dampak-dampak yang dirasakan oleh remaja setelah menggunakan minuman keras.
3. Bagaimana upaya dalam pencegahan terhadap bahaya minuman keras.
4. Bagaimana upaya penanggulangan terhadap bahaya minuman keras.
1.4. Manfaat Penulisan
Dengan adanya makalah ini, baik penulis maupun pembaca dapat memperoleh beberapa manfaat, yaitu :
1. Dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan minuman keras terutama di kalangan remaja.
2. Dapat mengetahui dampak-dampak yang dirasakan oleh remaja setelah menggunakan minuman keras.
3. Dapat mengetahui upaya dalam pencegahan terhadap bahaya minuman keras.
4. Dapat mengetahui upaya penanggulangan terhadap bahaya minuman keras.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Kandungan Etanol Dalam Minuman Keras
Alkohol adalah zat yang paling sering disalahgunakan manusia, alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan (destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit. Setelah diserap, alkohol/etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh. Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia, namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi.
Ada 3 golongan minuman berakohol yaitu:
1. golongan A : kadar etanol 1%-5% (bir)
2. golongan B : kadar etanol 5%-20% (anggur/wine)
3. golongan C : kadar etanol 20%-45% (Whiskey, Vodca, TKW, Manson
House, Johny Walker, Kamput).
2.2. Efek Yang Ditimbulkan (Sementara)
Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan.
Bila dikonsumsi berlebihan, akan muncul efek dimana seseorang akan merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional (sedih, senang, marah secara berlebihan) muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.
Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan mengontrol tingkah lakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu mengendalikan diri seperti yang mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab itu banyak ditemukan kecelakaan mobil yang disebabkan karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat - obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar.
2.3. Dampak Negatif (Permanen) selanjutnya anda bisa mengirimkan mail ke kontak kami