PTK EKSAKTA

LAPORAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
MELALUI
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
MATA PELAJARAN EKSAKTA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.
Salah satu tugas lembaga pendidikan formal adalah menciptakan seluas-luasnya kepada siswa untuk mengembangkan dirinya seoptimal mungkin seperti prinsip kurikulum 2006, yang antara lain : pendidikan berfokus pada siswa, dan selalu menimbulkan rasa inging tahu siswa, maka diperlukan adanya pengelolaaan proses belajar mengajar yang efektif oleh guru.
Dalam mengelola proses pembelajaran diharapkan guru dapat menerapkan berbagai pendekatan yang beragam sehingga proses pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih bervariasi. Untuk itu guru berusaha secara aktif mencari informasi danselalu mengembangkan daya kreatifitas inovasi sehingga proses pembelajaran yang dilakukan lebih efektif.
Kegiatan pembelajaran keberhasilannya ditunjukkan oleh tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran. Tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran ditujnjukkan oleh nilai hasil evaluasi. Dari evaluasi pembelajaran IPA (Sains) di kelas V SDN 4 Slempit menunjukkan hanya 12 siswa dari 20 siswa yang mendapatkan nilai diatas rata-rata dengan tingkat penguasaaan materi penguasaaan materi pelajaran sebesar 56 % keatas.
Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran IPA (Sains) peneliti mencoba melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran. Di samping tujuannnya memperbaiki kegiatan IPA (Sains)., khususnya tentang memilih pesawat sederhana yang tepat untukl mengerjakan suatu pekerjaan, juga bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PDGK) 4501 pada Program S1 PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka.
Penyunsunan laporan ini berdasarkan catatan yang dibuat ketika merancang kegiatan perbaikan pembelajaran, selama pelaksanaan, observasi dan diskusi dengan teman sejawat yang membantu dalam pelaksanan perbaikan pembelajaran. Perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan dalam 2 siklus PTK dengan bagan sebagai berikut :


gambar
 

Laporan ini nanti memuat bagian yakni : pendahuluan, kajian pustaka, pelaksanaan perbaikan, hasil penelitian dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran.


1. Identifikasi Masalah
Ketika peneliti mengadakan kegiatan perbaikan pembelajaran IPA (Sains) tentang memilih pesawat sederhana yang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan pada tanggal 4 Maret 2009 menunjukkan hasil nilai evaluasi 24 siswa adalah sebagai berikut : nilai tertinggi yang diperoleh 80 dari nilai 100, nilai di atas rata - rata hanya diraih oleh 8 siswa.
Melihat hasil penelitian tersebut akhirnya peneliti minta bantuan teman sejawat dan supervisor utuk mengidentifikasi masalah yang menjadi penyebab kekurangan dari kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Dengan hasil diskusi dengan teman sejawat dan supervisor bisa terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam kegiatan perbaikan pembelajaran IPA (Sains) yang peneliti laksanakan yaitu :
a. Rendahnya penguasaan siswa dalam memilih pesawat sederhana yang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan.
b. Siswa tidak tertarik bila deterangkan melaui metode ceramah saja.


2. Analisis Masalah
Melalui diskusi dengan supervisor dan teman sejawat diketahui bahwa faktor penyebab dari rendahnya penguasaan siswa dalam hal memilih pesawat sederhana tyang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan yaitu :
a. Siswa tidak faham kegunaan dari masing – masing pesawat sederhana sehingga tidak bisa memilih.
b. Metode yang digunakan kurang pas, karena hanya memakai metode ceramah, murid tidak aktif dalam pembelajaran.
B. Rumusan Masalah.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas peneliti menetapkan masalah yang menjadi fokus perbaikan dalam pembelajarn IPA (Sains) adalah :
“ Bagaimana cara menarik minat siswa belajar tentang cara menggunakan pesawat sederhana?”.


C. Tujuan Penelitian.
Tujuan penelitian di sini terkait dengan tujuan perbaikan pembelajaran. Karena sudah dijelaskan di rumusan masalah kalau siswa itu kurang minat belajar cara menggunakan pesawat sederhana, maka tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan cara penggunaan pesawat sederhana agar siswa faham dan akhirnya dapat memilih pesawat sederhana yang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan


D. Manfaat Penelitian.
Kalau peneliti sudah melaksanakan perbaikan pembelajaran tentang cara menarik siswa belajar menggunakan pesawat sederhana maka besar manfaatnya dalam perolehan hasil evaluasi pembelajaran selanjutnya. Jadi manfaat penelitian tentang bagaimana cara menarik siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Maka siswa faham kegiatan apa saja dan faham caranya menggunakan pesawat sederhana. Dengan begitu siswa akhirnya tertarik mempelajari penggunaan pesawat sederhana.

E. Kajian Pustaka
Rencana perbaikan pembelajaran siklus II pada garis besarnya merupakan ulangan pada kegiatan perbaikan pembelajaran yang belum mencapai target.
Dengan demikian rencana perbaikan pembelajaran masih dengan KD (Kemampuan Dasar) yang sama tetapi indikatornya yang berbeda.
Kalau dalam perbaikan pembelajaran I siswa hanya mengidentifikasi kegiatan yang menggunakan peesawat sederhana dengan metode ceramah dan tugas, sedangkan pada perbaikan pembelajaran II peneliti menggunakan metode Demonstrasi. Jadi pada perbaikan pembelajaran II ini anak mendemonstrasikan cara menggunakan pesawat sederhana membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat dalam kehidupan sehari-hari secara otomatis kalau anak mempu mengidentifikasi dan bisa mengunakan caranya pesawat sederhana anak akan tertarik untuk menggunakannya dan bisa memilih pesawat sederhana yang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan.
Menurut Watter dan Marks (1981), beliau mengemukakan bahwa “Pembelajaran melaui Demonstrasi (Experiental Learning) mensyaratkan siswa aktif pada salah satu yang dipelajari dalam muatan itu. Juga pelajaran disajikan diilustrasikan, disoroti dan didukung melalui keterlibatan siswa”.
Menurut Hoover (1990) mengungkapkan bahwa Experiental Learning terjadi apabila siswa secara pribadi bertanggung jawab atas proses pengetahuan, keterampilan atau juga sikap yang ditandai oleh taraf keterlibatan sangat aktif, baik secara kognitif maupun psikomotorik.
Alasan peneliti memilih metode ini adalah terlibatnya siswa sangat, siswa berperan langsung dalam pembelajaran dan menyenangkan.
Materi pembelajaran, sama seperti pada siklus I, sedangkan kegiatan pembelajaran pada kegiatan inti ada perubahan seperti yang tercantum dalam rencana perbaikan pembelajaran siklus II yakni menggunakan metode Demontrasi.
Tes dalam proses digunakan untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dalam melaksanakan percobaan dan tes akhir digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap cara memilih pesawat sederhana yang tepat untuk mengerjakan suatu pekerjaan.

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat Pelaksanaan :
Kab. Gresik
Waktu Pelaksanaan : Tanggal 11 Maret 2009
(Pelaksanaan Siklus I)
Tanggal 18 Maret 2009
(Pelaksanaan Siklus I)
Mata Pelajaran : IPA (Sains)
Kelas / Semester : V / 2


B. Prosedur Pelaksanaan
a. Prosedur Umum
Kegiatan perbaikan pemberlajaran dilaksanakan peneliti dengan bantuan oleh Bapak Gembong Jaswito, S.Pd selaku teman sejawat yang bertugas mengamati dan mengumpulkan data selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Secara garis besar langkah – langkah pembelajaran yang ditempuh dalam kegiatan perbaikan pembelajaran adalah sebagi berikut :
1. Mengadakan apresepsi.
2. Menjelaskan langkah materi yang akan didiskusikan.
3. Diskusi kelompok.
4. Melaksanakan demontrasi.
5. Menyimpulkan materi pelajaran.
6. Pemeberi Pekerjaan Rumah (PR) sebagai tindak lanjut.


b. Prosedur Khusus


selanjutnya ada bisa mengirimkan email melalui kontak kami 

Related Post



Tidak ada komentar:

Posting Komentar